Senin, 15 Juni 2020

Musikalisasi puisi: Bersama 7 Kenangan || Sella Arsada Putri

Bersama 7 Kenangan || Sella Arsada Putri


Ini tentang kita ...
Empat tahun bukan waktu yang singkat 
Untuk saling menata prasangka
Jungkir balik persahabatan bahkan permusuhan
Cinta lokasi maupun dihianati

Caci maki terdakwa lalu penuh rayuan tak bermakna
Sering merasa luka hati membara 
Tapi mudah sekali memaafkan 
Tanpa ada ucapan kata maaf

Kita hafal derajat kedinginan es kesukaan
Maupun derajat panas macam kuah-kuahan
Bahkan level pedas pentol kecamatan
Dengan kompaknya berkuah, pakai sambal, tanpa saus sebagai pesanan

Selera kita sama ^_^
Sama-sama penikmat tea poci depan toko ISMA
Tak heran jika semua penjual pada hafal bahkan kenal bagai gebetan

Perempatan sbg saksi tepat dan ingkar janji
Lengkap dengan lampu merah hijau
Yang setia hingga waktu mengabdi
Begitu pula pos polisi 
Menjadi pilar pelindung saat listrik mati

Memorial mengingatkan ku ...
Bahwa rasa sayang mengalahkan ego tak kenal saat pertama dipertemukan
Semua saling faham dan mengerti
Akan rasa empati antara cinta dan benci

Jam tiga pagi kami bangun menuju kamar mandi
Mata ngantuk penuh halusinasi mengantarkan ke tempat suci
Vocabulary bagai musuh tiap pagi
Apalagi jadwal yang mengharuskan untuk piket lagi dan lagi

Itulah rutinitas yang membekas
Yang tak bisa disebar luas 
Karena bukan gosip yang sedang memanas
Panggilan kesayangan akrab menyapa
Kakak bagai emak, adik bagai anak
Itu anggapan yang sudah biasa

Nakal itu wajar, tapi aturan tetap aturan
Tak jarang kita dievaluasi, 
Bahkan kata sanksi menjadi ungkapan 
Untuk mengulangi yang kesekian kali
Hidup kita memang penuh drama
Kita sama karena satu untuk semuaaaaa

^_^ Kita bisa kita mandiri kita bersama
ENTREPRENEURSHIP 

https://youtu.be/bfpNH-AkM1w
Follow @sella.ars__


Musikalisasi Puisi: Malam 15 JUNI || Sella Arsada Putri


Malam 15 JUNI || Sella Arsada Putri

Aku bercerita, ...
Malam 15 Juni tahun lalu
Aku tak tahu, 
Gemuruh rasa yang menyisir
Rasa hampa Rasa bangga 
Bahkan mengalahkan orang kasmaran 
Yang merasakan kerinduan bukan hanya kegalauan

Sambil menatap aluminium baling-baling kipas yang berputar 
Aku bertanya pada penaku : "Apakah sudah siap mewarnai goresan baru, dalam diary baruku ?"
Lalu, ku tanya pada mata kakiku :"Apakah sudah siap menjadi peta, untuk menitik jalan yang penuh dengan rintangan ?"
Ku tanya pula pada kenangan : "Siapkah meninggalkan, lalu menerima beban baru tanpa keluh kesah dengan keadaan ?" 

Pasrah ku pada waktu ^_^
Biarkan kenyataan yang menjawabkan 
Diantara hati yang ku lukai
Diantara tangis, tawa, dendam, dan iri
Diantara Mereka orang hebat yang bersemangat
Saling melengkapi dan beranjak merenovasi
Supaya menjadi insan yang bernida

Sebelum angin menyampaikan rindu
Teruntuk tempat, waktu, dan kawanku
Terima kasih atas cerita manis yang kita 
Ukir bersama dalam misteri dongeng kita

Aku sadar ...
Aku datang dengan muka polos dan pergi berpoles
Aku datang terpaksa hingga tak rela meninggalkan

Tak bohong dan dapat dipungkiri 
Aku senang dan bangga
Hingga jam tiga ...
Bahkan tak mau pejam ini mata
Bukan karena tak sanggup menerima kenyataan 
Tapi ... Memang tak rela 
Melihat hari esok penuh akan tanggis bercampur bangga

Di hari ini, tepat setahun aku merindu
Malam 15 Juni tahun lalu 🕊️🕊️

@sella.ars__
https://youtu.be/bfpNH-AkM1w

Serial 1 || Pertama kali

Pertama kali  Hallo senin, sekedar pembuka ___ Tanganku sedang mengetik, mataku memantik, kakiku menitik dan suaraku berbisik.  Biarkan seti...